Lombok Tengah

04/02/26

Hasil tenun dan pertanian komoditas utama Koperasi Merah Putih Desa Sukarara

 
Hasil tenun dan pertanian komoditas utama Koperasi Merah Putih Desa Sukarara

Foto: Kades Sukarara, Kecamatan Jonggat, H Saman Budi di lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.


OPSINTB.com - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah (Loteng) akan memprioritaskan hasil tenun dan pertanian warga sebagai komoditas utama yang akan ditawarkan kepada masyarakat maupun wisatawan di gerai Koperasi Merah Putih. 


Kepala Desa Sukarara, H Saman Budi mengatakan, saat ini hasil tenun para penenun di desanya telah dilirik pasar luar negeri. Sehingga, menjadi daya tarik untuk dipasarkan melalui Koperasi Merah Putih. ‘’Itu (hasil tenun) prioritas utama kami selain hasil pertanian,’’ katanya dikonfirmasi wartawan pada Rabu (4/2/2026).


Saman juga mengungkap, sangat mengapresiasi dan bersyukur atas pembangunan serta keberadaan Koperasi Merah Putih di wilayahnya. Sebab, kata Saman, kendati hanya sebagian penerima manfaat, pembangunan Koperasi Merah Putih telah membuka lapangan kerja bagi warganya.


‘’Alhamdulillah, sangat bersyukur dan mengapresiasi sekali, karena masyarakat dapat bekerja di lokasi pembangunan,’’ tambahnya.


Koperasi Merah Putih Desa Sukarara saat ini telah mulai melakukan rekrutmen pengurus dan anggota. Pengurus terpilih pun telah mulai blusukan ke setiap dusun untuk melakukan sosialisasi.


‘’Mereka sudah mulai turun ke setiap dusun untuk sosialisasi tentang Koperasi Merah Putih,’’ tambahnya.


Adapun keputusan penentuan pengurus adalah hasil musyawarah desa. Dan telah merekrut anggota sebanyak 35 orang.


Anggota Badan Permusyawaratan Desa Sukarara, Rianim menambahkan, keberadaan Koperasi Merah Putih ke depan diharapkan menjadi wadah dan penyerap hasil tenun warga. ‘’Mudah-mudahan bisa menjadi wadah bagi warga kami. Karena selama ini kami agak kesulitan memasarkan,’’ katanya.


Koperasi Merah Putih di Loteng dilaunching di Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur pada Juli 2025 silam. Koperasi Merah Putih diharapkan dapat mengatasi masalah rentenir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (wan)

Kisah getir sepasang lansia di Batukliang

 
Kisah getir sepasang lansia di Batukliang

OPSINTB.com - Sehelai kelambu usang menjadi saksi getir kehidupan sepasang suami isteri yang tinggal di Dusun Sapit, Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah (Loteng). Pasangan tersebut yakni Amaq Alif (80 tahun) dan Inaq Raisah (78 tahun).


Mereka tinggal di sebuah gubuk reyot, berdinding pagar bambu yang telah mulai lapuk. Tak ada kompor gas. Hanya kepulan asap dari kayu bakar, saat mereka sedang memasak air untuk menyeduh kopi yang akan disuguhkan kepada wartawan.


Di gubuk tersebut, mereka hanya tinggal berdua. Sebab, anak pertama mereka merantau ke Malaysia, dan tak pernah sekalipun pulang menjenguk selama 20 tahun keberadaannya di Negeri Jiran.


Hanya anak kedua mereka, yakni Sardi yang datang menjenguk. Dengan keterbatasan ekonomi, Sardi tidak dapat berbuat banyak. ‘’Kondisi saya juga pas-pasan. Mengandalkan hidup dari bajak sawah dan buruh tani,’’ tutur laki-laki 45 tahun tersebut saat dikunjungi wartawan di rumah orangtuanya, Senin (2/2/2026).


Lebih parah lagi, di kediaman kedua lansia tersebut tidak ada mandi, cuci, kakus (MCK) yang memadai, sehingga keduanya harus tertatih menerobos hujan ke parit yang jaraknya sekitar 10 meter dari rumahnya jika perut mulas atau ingin mandi.


‘’Ya, kasihan, tapi kondisi ekonomi kami tidak cukup untuk membuatkan mereka MCK,’’ kata Sardi.


Kepala Dusun Sapit, Yudi menyampaikan, rumah Amaq Alif dan Inaq Raisah sudah masuk perencanaan RTRH 2025, dan akan terlaksana pertengahan tahun 2026 ini.


‘’Rencananya pertengahan tahun 2026 ini dieksekusi, dan kami masih menunggu informasi selanjutnya,’’ terangnya.


Kepala Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Loteng, Agus Herianto menyatakan, pihaknya masih berupaya berkoordinasi dengan pihak terkait agar rehab rumah kedua lansia tersebut bisa dilakukan secepatnya.


‘’Terkait rumah ini masih kita coba upayakan untuk koordinasi dengan pihak terkait,’’ kata Agus melalui pesan WhatsApp.


Pihaknya sebenarnya telah mengetahui usulan untuk perbaikan rumah tersebut telah disampaikan oleh Wabup Loteng kepada pihaknya. ‘’Tapi karena kegiatan belum mulai berproses, makanya kami akan tetap kawal usulan Pak Wabup di Selebung ini,’’ seraya menambahkan akan memberikan informasi lanjutan terkait masalah ini. (wan)

03/02/26

Satu dasawarsa, PWLT dan ITDC kolaborasi gelar ‘Mandalika Fun Art 2026’: Padukan seni, edukasi, dan pariwisata

 
Satu dasawarsa, PWLT dan ITDC kolaborasi gelar ‘Mandalika Fun Art 2026’: Padukan seni, edukasi, dan pariwisata

OPSINTB.com - Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT) siap menyulap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi pusat kreativitas anak melalui gelaran PWLT Mandalika Fun Art 2026. Acara yang mengusung konsep ‘Belajar Sambil Liburan’ ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 16 Februari 2026 mendatang.


Selain memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PWLT yang ke-10, ajang ini juga menjadi agenda strategis untuk memeriahkan tradisi budaya tahunan Pesona Bau Nyale. Suksesnya acara ini didukung penuh kolaborasi harmonis antara PWLT dengan ITDC, Dinas Pariwisata, serta Dinas Kominfo Kabupaten Lombok Tengah.


Ketua PWLT, Budiman menyatakan, tahun ini pihaknya sengaja menghadirkan skala acara yang lebih meriah dengan fokus utama pada generasi muda. ‘’Kami menyiapkan Lomba Mewarnai dan Fashion Show khusus untuk tingkat TK dan SD. Ini adalah ruang ekspresi seni bagi anak-anak agar mereka bisa mengenal lebih dekat kawasan Mandalika sejak dini,’’ ungkap Budiman, Selasa (3/2/2026).


Misi budaya dan literasi lebih dari sekadar kompetisi, Mandalika Fun Art 2026 membawa misi literasi mengenai legenda Putri Mandalika. Budiman menekankan pentingnya menghubungkan identitas budaya Sasak dengan kemajuan modernisasi KEK Mandalika saat ini.


‘’Kami ingin generasi muda tidak hanya bangga pada pembangunan fisik seperti Sirkuit MotoGP, tapi juga mencintai akar budayanya. Melalui seni, kami mengenalkan konsep pariwisata berkelanjutan dan ekonomi kreatif kepada masyarakat lokal agar mereka menjadi aktor aktif dalam pembangunan,’’ tambahnya.


Acara ini diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata keluarga, di mana para orang tua dapat mengajak anak-anak mereka berlibur sekaligus belajar di jantung pariwisata Lombok. (iwn)

Isu digusur, pelapak depan RSUD Praya resah

 
Foto: Lalu Rusdi, Kabid Penegakan Perundang-Undangan Pol PP Loteng. (wan/opsintb)

OPSINTB.com - Sejumlah pedagang kaki lima yang mangkal di depan Rumah Sakit Umum Daerah Praya (RSUD) Lombok Tengah (Loteng) mengaku resa terkait informasi penggusuran lapak mereka yang diduga akan dilakukan oleh aparat Pol PP Loteng. 


Salah satu pedagang, Baiq Sahmen mengatakan, tidak tau harus memindahkan lapaknya jika penggusuran benar akan dilakukan. 


Dirinya mengatakan bahwa ia telah lama berjualan di lokasi tersebut, dan melapak merupakan satu-satunya sumber mata pencariannya selama ini. 


‘’Sudah tiga tahun lebih jualan di sini, dan dulu atas izin Direktur RSUD yang lama, Pak Langkir,’’ kata Baiq Sahmen dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).


Adapun terkait izin berjualan di depan RSUD merupakan  perintah dr Langkir, (pimpinan RSUD Praya) sebelumnya, di mana pada saat itu dr Langkir berjanji akan menyediakan tempat bagi mereka. 


‘’Sebenarnya Pak Langkir dulu yang kasih kami izin jualan di sini, dengan dalih sementara ada tempat atau lokasi lain, yang katanya akan disediakan pihaknya,’’ ujarnya. 


Selain Baiq Sahmen, ada puluhan pedagang yang mangkal di depan hingga samping RSUD Praya. Mereka menuntut pihak RSUD Praya seger memenuhi janji terkait pengadaan tempat mereka mangkal.


Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Loteng, Lalu Rusdi yang juga ikut terjun ke lokasi memberikan sosialisasi dan pemahaman terkait hal tersebut. Dia membantah pihaknya akan melakukan penggusuran (hari ini, red). Pihaknya, lanjut Rusdi, hanya melakukan himbauan secara umum. 


‘’Artinya tidak hanya ke pedagang saja, tapi yang parkir di pinggir jalan juga kami himbau agar tidak parkir di bahu jalan, karena sempit. Sehingga dapat mengganggu aktivitas maupun kelancaran lalulintas,’’ ucapnya. 


Rusdi menerangkan, pihaknya sebagai penegak peraturan daerah (Perda) bertugas menegakkan Perda tersebut. Di mana dalam hal ini para pelapak telah melanggar Perda Nomor 6 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum, yang di mana para pedagang tidak boleh menggunakan bahu jalan untuk berjualan. 


‘’Jadi, kami minta pedagang untuk patuh saja sesuai perda tersebut. Tidak menggunakan bahu jalan untuk berjualan,’’ terangnya. 


Dia mengatakan, tidak hanya melakukan himbauan di depan RSUD Praya saja, namun di Kota Praya secara umum. Pihaknya memberikan waktu 14 hari ke depan terhitung hari ini, sejak sosialisai diberikan ke para pedagang, hingga batas yang ditentukan untuk melakukan pembongkaran secara mandiri. 


‘’Jadi, kami himbau; kami memberikan jangka waktu 14 hari ke depan. Karena kalau tidak memberikan jangka waktu, mereka santai dan tidak akan mematuhi Perda tersebut,’’ ujarnya. 


Pihaknya telah menyiapkan SP 1 kepada para pedagang jika mereka tidak mengindahkan himbauan tersebut. ‘’Karena mereka jelas-jelas salah telah melanggar dan berjualan di atas drainase,’’ pungkasnya. (wan)

30/01/26

450 Kepsek TK-SMP Negeri di Loteng dirotasi

 
450 Kepsek TK-SMP Negeri di Loteng dirotasi

OPSINTB.com - Sebanyak 450 kepala sekolah (Kepsek) TK, SD, SMP Negeri se-Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) resmi dirotasi hari ini, Jumat sore (30/1/2026). Acara dipimpin langsung Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri, dan digelar di ballroom kantor bupati setempat.


Rotasi ini sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola dan kualitas pendidikan Loteng.


Saat dikonfirmasi wartawan, Bupati Pathul menyebut, pergeseran ini sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia, dan memang harus dilakukan karena para Kepsek yang digeser sudah terlalu lama di sekolah sebelumnya.


‘’Karena memang harus dia (Kepsek) dirotasi, karena sudah cukup lama tidak dilakukan,’’ kata Pathul.


Dia merinci 450 Kepsek yang digeser terdiri dari; 59 Kepala SMPN, 282 Kepala SDN, dan 109 orang Kepala TK Negeri. Kepada mereka, Pathul berharap Kepsek dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. 


Selain itu, Pathul menekankan pentingnya peran Kepsek dalam meningkatkan mutu pendidikan di Gumi Tatas Tuhu Trasna ini.


‘’Semoga yang dilantik hari ini mampu memegang amanah untuk mewujudkan pendidikan Loteng yang lebih baik dan maju,’’ ujarnya.


Disinggung perihal adanya titipan, Pathul secara tegas membantah hal itu. Bahkan, dia mencontohkan, teman sekolahnya dahulu yang sekarang menjadi kepala sekolah di salah satu SDN dipindahkan lumayan jauh dari sekolah sebelumnya.


‘’Sudah kami sampaikan kepada mereka, tidak ada hal seperti itu. Itu ada undang-undangnya,’’ tegas Pathul. (iwn)

29/01/26

Warga Lelong temukan bayi baru lahir di atas odong-odong

 
Warga Letong temukan bayi baru lahir di atas odong-odong

OPSINTB.com - Seorang bayi berjenis kelamin laki-laki dengan tali pusar belum terpotong ditemukan di atas sebuah motor odong-odong di Dusun Lendang Re, Desa Lelong, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah (Loteng) pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 00.30 WITA.


Bayi tersebut dipastikan dalam kondisi masih hidup dan sehat. ‘’Tadi pagi sekitar pukul 6 saya ditelpon sama kepala dusun. Jadi, sebelumnya saya nggak tau informasinya, dan langsung meluncur ke lokasi,’’ tutur Kepala Desa Lelong, Edi Sanjaya dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon Kamis siang.


Edi menjelaskan, berdasarkan keterangan warga, bayi tersebut ditemukan oleh warga bernama Mahwan, yang di mana odong-odong tempat bayi tersebut diletakkan merupakan milik Mahwan dan terparkir di depan rumahnya.


‘’Paginya langsung turun kepala dusun dan Bhabinkamtibmas, dan kami minta untuk dibawa ke Puskesmas Batunyala untuk dipastikan kesehatannya,’’ jelasnya.


Mahwan sendiri, Edi melanjutkan, terbangun oleh suara tangisan bayi tersebut. Dia kemudian langsung mengajak isterinya untuk memeriksa ke luar rumahnya. ‘’Setelah dicek, ternyata benar ada bayi di atas motor odong-odongnya. Dia ditaruh di atas odong-odong tersebut,’’ imbuhnya.


Menurut Edi, pada saat ditemukan, bayi tersebut diperkirakan baru lahir beberapa jam sebelumnya, dengan ari-ari masih menempel di badan, dan terbungkus plastik. ‘’Seperti baru dilahirkan memang. Masih ada ari-arinya,’’ terang Edi.


Bayi tersebut untuk sementara telah dititipkan di rumah Mahwan. Edi mengatakan, pihak kepolisian telah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan, untuk melacak pembuang bayi tersebut.


Opsintb.com telah berupaya meminta keterangan dari Polres Loteng melalui Kasi Humas, IPTU Lalu Brata Kusnadi. Namun, hingga berita ini diterbitkan, Lalu Brata masih belum memberikan tanggapan. (wan)

28/01/26

Loteng raih penghargaan UHC Kategori Madya 2026

 
Loteng raih penghargaan UHC Kategori Madya 2026

OPSINTB.com - Pemkab Lombok Tengah (Loteng) menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Kategori Madya dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A Muhaimin Iskandar. Penghargaan diberikan langsung kepada Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri di Jakarta Pusat, Selasa kemarin.


UHC Kategori Madya diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil memperluas cakupan kepesertaan jaminan kesehatan, sekaligus memastikan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan secara adil, inklusif, dan berkelanjutan.


‘’Penghargaan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab Loteng dalam memastikan masyarakatnya terlindungi melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga dapat mengakses layanan kesehatan secara adil dan merata,’’ ujar Pathul melalui keterangan tertulis yang diterima opsintb.com, Rabu (28/1/2026).


Bupati Pathul, yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan, H Suardi, mengapresiasi capaian ini. Tercapainya UHC Madya, kata dia, merupakan hasil kerja elemen pemerintah dan masyarakat.


‘’Alhamdulillah, ini adalah hasil dari komitmen dan sinergi semua pihak,’’ terangnya.


Pathul berharap, ke depan daerah ini mampu meningkatkan status madya menjadi utama, dan berharap menjadi perhatian semua pihak.


‘’Ini harus menjadi perhatian bersama. Semoga tahun depan capaian ini bisa meningkat dari madya ke utama, dan insyaallah akan kita raih,’’ optimisnya.


Sementara itu, Menko Pemberdayaan Masyarakat, A Muhaimin Iskandar menjelaskan, cakupan kesehatan semesta merupakan kondisi di mana seluruh penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN dengan tingkat keaktifan yang baik, sehingga tidak mengalami hambatan biaya saat mengakses layanan kesehatan.


‘’Keberhasilan daerah mencapai UHC menunjukkan kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat di bidang kesehatan,” tegas pria yang akrab disapa Cak Imin itu.

Ia juga mendorong pemerintah daerah agar tidak hanya mempertahankan capaian UHC, tetapi terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. 


‘’Tahun depan, daerah yang masih berstatus madya harus meningkat menjadi utama. Sedangkan daerah yang sudah utama harus fokus pada peningkatan kualitas layanan kesehatannya,” katanya.


Dalam UHC Awards 2026 ini, pemerintah pusat memberikan penghargaan kepada 32 provinsi serta 397 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang berhasil mencapai cakupan kepesertaan JKN minimal 98 persen dengan tingkat keaktifan peserta minimal 80 persen.


Acara tersebut juga turut menghadirkan sejumlah pejabat negara lainnya, menjadikan UHC Awards 2026 sebagai momentum penting dalam penguatan jaminan kesehatan nasional di Indonesia. (wan)

26/01/26

Wabup Loteng hibah 1 unit ambulans ke RSUD Praya, pengantaran jenazah kini ‘gratis’

 
Wabup Loteng hibah 1 unit ambulans ke RSUD Praya, pengantaran jenazah kini ‘gratis’

OPSINTB.com – Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah (Loteng), H Muhammad Nursiah menyerahkan satu unit mobil ambulans khusus jenazah kepada pihak RSUD Praya. Hibah ambulans ini dimaksudkan untuk mempermudah pelayanan penjemputan pasien dan pengantaran jenazah dari RSUD Praya ke rumah warga. 


‘’Bagi warga Loteng yang meninggal dunia di RSUD Praya, pengantaran jenazah diberikan secara gratis, dan dilayani oleh sopir yang terlatih sesuai SOP yang berlaku,’’ kata Nursiah saat apel pagi bersama direktur dan jajaran RSUD Praya di RSUD Praya, Senin (26/1/2026).


Nursiah menjelaskan, seiring peningkatan kelas RSUD Praya dari C ke B, maka sepatutnya diikuti juga dengan peningkatan pelayanan. Oleh sebab itu, ambulans gratis ini, kata dia, sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat.


‘’Insyaalah, pelayanan ini akan lebih meningkatkan keyakinan masyarakat untuk menilai kami (RSUD Praya),’’ dia menambahkan.


Di acara yang sama, Direktur RSUD Praya, dr Mamang Bagiansyah, menyampaikan selama ini pengantaran jenazah pasien yang meninggal dunia di RSUD Praya tidak ditanggung pemerintah atau pihak RSUD Praya. 


Dengan demikian, selain dalam suasana duka, pihak keluarga juga harus terpaksa memikirkan biaya ambulans. ‘’Jadi, selain mereka dalam suasana berkabung harus memikirkan biaya ambulans dan lain sebagainya,’’ ujar Mamang.


Perlu diketahui ambulans gratis ini diperuntukkan khusus untuk pasien yang meninggal dunia di RSUD Praya dan dimakamkan di wilayah Loteng. Untuk pasien yang berasal dari luar Loteng, tetap akan dikenakan tarif sesuai kilometer yang ditempuh.


‘’Niat pertama tentu pelayanan, yang kedua bagian dari giat kami untuk meraih keberkahan dari Allah,’’ ucapnya.


RSUD Praya sendiri saat ini memiliki tiga unit mobil ambulans. Mamang berujar, dengan adanya penambahan ini akan memudahkan pihaknya dalam melayani masyarakat.


‘’Kami juga berharap, pasien jika dalam keadaan darurat untuk memanfaatkan ambulans desa, dll,’’ tutupnya. (wan)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama